Photo Kenangan kami

Kumpulan Photo Kenangan Kami Selama Kuliah di KHJ

Anggota Kelas Angkatan 13 KHJ

Kino, Apip, Reza, Purna, Krisna, Surya, Doni, Perry, Iwan, dedi, Moret, Jimmy, Fitri, Echi, Ayu, Nelly, BU NEL, Yuli, Indah, Sindy, Siti, Eli, Ary, Atin, Wati, Mufti, Emy, Rita, Septi, Ema, Mytha, Eka

Photo bareng di pstw

Photo Bersama Di Panti Werda PSTW Pondok Indah jakarta Selatan

Diskusi

Diskusi Di Perpustakaan Kampus

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Fatty Liver

Definisi Fatty Liver, NAFLD, NASH

Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) mengacu pada spektrum yang lebar dari penyakit hati mulai dari fatty liver sederhana (steatosis), sampai ke nonalcoholic steatohepatitis (NASH), dan cirrhosis (irreversible, advanced scarring of the liver). Semua tingkat dari NAFLD mempunyai bersama-sama akumulasi dari fat (fatty infiltration) kedalam sel-sel hati (hepatocytes). Pada NASH, akumulasi fat dihubungkan dengan derajat yang bervariasi dari peradangan (hepatitis) dan luka parut (fibrosis) dari hati.
Istilah nonalchoholic dipakai karena NAFLD dan NASH terjadi pada individu-individu yang tidak mengkonsumsi jumlah alkohol berlebihan. Bagaimanapun pada banyak aspek, gambaran histologik dari NAFLD (ketika kita lihat bagian biopsi dari hati dibawah mikroskop) adalah sama dengan apa yang dapat dilihat pada penyakit hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. Seperti apa yang kita lihat, bagaimanapun, kenyataan-kenyataan klinis pada NAFLD dan NASH sangat berbeda dari pada yang berpenyakit alcoholic liver disease (ALD). 


Spektrum NAFLD

Spektrum NAFLD diperkirakan memulai dan berkembang dari tingkat yang paling sederhana yang disebut simple fatty liver (steatosis). Jadi fatty liver adalah kelainan permulaan didalam spektrum NAFLD. Simple fatty liver hanya menyangkut akumulasi dari lemak/fat didalam sel-sel hati tanpa peradangan atau luka parut (scarring). Fat/lemak sesungguhnya terdiri dari tipe lemak khusus (triglyceride) yang berakumulasi pada kantong yang kecil didalam sel-sel hati. Akumulasi dari lemak didalam sel-sel hati tidak sama dengan sel-sel lemak (adipocytes) yang membentuk lemak tubuh kita. Fatty liver adalah kondisi yang tidak berbahaya, yang berarti dia sendiri tidak akan menyebabkan kerusakan hati yang signifikan.
Tingkat berikut dan derajat keparahannya dalam spektrum NAFLD adalah NASH. Beruntung hanya sebagian kecil dari pasien dengan simple fatty liver yang berkembang menjadi NASH. Seperti yang sudah disinggung, NASH melibatkan akumulasi dari lemak didalam sel-sel hati dan juga peradangan hati. Sel-sel yang meradang dapat menghancurkan sel-sel hati (hepatocellular necrosis). Dalam istilah "steatohepatitis" dan "steatonecrosis", steato mengacu pada fatty infiltration, hepatitis mengacu pada peradangan didalam hati, dan necrosis mengacu pada sel-sel hati yang rusak. Bukti kuat menunjukan bahwa NASH, berlawanan dengan simple fatty liver, bukanlah suatu kondisi yang tidak berbahaya. Ini berarti bahwa NASH pada akhirnya dapat menjurus ke luka parut dari hati (fibrosis) dan kemudian luka parut yang berlanjut yang tidak dapat dikembalikan kesemula (sirosis). Sirosis yang disebabkan oleh NASH adalah tingkat terakhir dan yang paling buruk dalam spektrum NAFLD.
Tetap banyak yang masih belum diketahui tentang NASH dan NAFLD. Sebagai contoh, seperti yang didiskusikan dibawah, kemajuan dari setiap tingkat berbeda dari NAFLD tidak dimengerti betul. Lagipula bahkan spesialis-spesialis hati masih belum sepakat atas definisi mikroskopik yang tepat dari NASH. Walaupun demikian, individu-individu yang mengembangkan satu dari tiga tingkat NAFLD (fatty liver, NASH, atau cirrhosis) berbagi faktor-faktor risiko yang umum. Oleh sebab itu fatty liver dan NASH dijelaskan dalam artikel ini sebagai bagian dari spektrum NAFLD. Ingat, NAFLD dirujukan dengan spektrum keseluruhan dimulai dengan dengan fatty liver, berlanjut ke NASH dan berakhir dengan sirosis. NASH adalah tingkat dari spektrum yang melibatkan akumulasi lemak (steatosis), peradangan (hepatitis) dan scarring (fibrosis) didalam hat

Artikel By:

DATA PENDERITA STROKE DI INDONESIA

Menurut data stroke tahun 1990 diperkirakan jumlah penderita stroke di Indonesia mencapai 500.000 orang dan sekitar 125.000 diantaranya meninggal atau cacat seumur hidup. Sementara itu jumlah penderita stroke yang tidak dibawa ke rumah sakit cukup banyak juga disebabkan karena keterbatasan biaya, jarak yang jauh menempuh rumah sakit dan lain sebagainya. Sehingga sulit untuk mengetahui data penderita penyakit stroke yang sesungguhnya.
Data stroke yang dikeluarkan oleh Yayasan Stroke Indonesia menyatakan bahwa penderita stroke di Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004 penelitian di sejumlah rumah sakit menemukan pasien rawat inap karena stroke jumlahnya sekitar 23.000 orang. Sedangkan yang rawat jalan atau pasien stroke yang tidak dibawa ke dokter atau rumah sakit jumlah pastinya tidak diketahui.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 mendata kasus stroke di wilayah perkotaan di 33 provinsi dan 440 kabupaten mengumpulkan sebanyak 258.366 sampel rumah tangga perkotaan dan 987.205 sampel anggota rumah tangga untuk pengukuran berbagai variabel kesehatan masyarakat, hasilnya adalah penyakit stroke merupakan pembunuh utama di kalangan penduduk perkotaan.
Konferensi Stroke Internasional yang diadakan di Wina, Austria, tahun 2008 juga mengungkapkan bahwa di kawasan Asia terus meningkatnya jumlah kasus stroke. Untuk pencegahannya perlu diantisipasi dengan cara menyebarluaskan pengetahuan tentang bahaya stroke misalnya melalui media massa, internet, seminar dan lain-lain.

Penyebab Kelumpuhan

Salah satu penyebab kelumpuhan yaitu terganggunya aliran darah ke sel saraf otak. Hal yang perlu kita ketahui mengenai saraf otak yaitu bahwa gangguan aliran darah ke otak dapat menghambat pemasukan nutrisi dan oksigen ke sel-sel saraf otak dan sel-sel seluruh tubuh. Perlu diketahui, kebutuhan otak terhadap oksigen mencapai 20% dari kebutuhan seluruh tubuh.
Oksigen yang terputus selama 8-10 detik dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Bila lebih dari 6 menit mengakibatkan kerusakan sel-sel saraf yang kemungkinan besar sulit untuk bisa pulih kembali.
Didalam otak terdapat jutaan sel saraf yang mengendalikan seluruh sistem tubuh secara terus-menerus sepanjang hidup. Terhambatnya pasokan nutrisi dan oksigen ke otak walau hanya 4 menit dapat mengakibatkan saraf otak mati dan ini merupakan masalah yang serius. Akibat dari terganggunya aliran darah ini dapat mengakibatkan kelumpuhan! Salah satunya dapat menyebabkan penyakit stroke.

The Professional Nursing Career

Nursing is a profession focused on assisting individuals, families and communities in attaining, re-attaining and maintaining optimal health and functioning. Modern definitions of nursing define it as a science and an art that focuses on promoting quality of life as defined by persons and families, throughout their life experiences from birth to care at the end of life.

In pre-modern times, nuns and the military often provided nursing services. The religious and military roots of modern nursing remain in evidence today. For example, in Britain, senior female nurses are known as "Sisters". In recent times in the US and Canada many nurses are flowing back into working in a "religious" field through "Parish Nursing". These nurses work within a church community to perform health education, counseling, provide referrals to community support agencies, and connect volunteers from the church community with those in need of assistance.

Nurses acknowledge that the nursing profession is an essential part of the society from which it has grown. The authority for the practice of nursing is based upon a social contract that delineates professional rights and responsibilities as well as mechanisms for public accountability. The practice of nursing involves altruistic behavior, is guided by nursing research and is governed by a code of ethics.

Nursing continues to develop a wide body of knowledge and associated skills. There are a number of educational paths to becoming a professional nurse but all involve extensive study of nursing theory and practice and training in clinical skills.

In almost all countries, nursing practice is defined and governed by law and entrance to the profession is regulated by national, state, or territorial boards of nursing.

The American Nurses' Association (1980) has defined nursing as "the diagnosis and treatment of human responses to actual or potential health problems." Just as medical diagnoses help in the planning, implementing, and evaluation of medical care, Nursing diagnoses help in the planning, implementing, and evaluation of nursing care.

Like other maturing disciplines, nursing has developed different theories that are aligned with diverging philosophical beliefs and paradigms or worldviews. Nursing theories help nurses to direct their activities in order to accomplish specific goals with people. Nursing is a knowledge based discipline committed to the betterment of humankind. Nursing has not only developed into a profession, but an art as well.

Nursing is the most diverse of all healthcare professions. It is a universal role appearing in some form in every culture.

Nursing may be divided into different specialties or classifications. In the U.S., there are a large number of specialties within nursing. Professional organizations or certifying boards issue voluntary certification in many of these areas.

These specialties encompass care throughout the human lifespan based upon patient needs. Many nurses who choose a specialty become certified in that area, signifying that they possess expert knowledge of the specialty. There are over 200 nursing specialties and sub-specialties. Certified nurses often earn a salary differential over their non-certified colleagues, and studies from the Institute of Medicine have demonstrated that specialty certified nurses have higher rates of patient satisfaction, as well as lower rates of work-related errors in patient care.

Nurses practice in a wide range of settings from hospitals to visiting people in their homes and caring for them in schools to research in pharmaceutical companies. Nurses work in occupational health settings (also called industrial health settings), free-standing clinics and physician offices, nurse-run clinics, long-term care facilities, and camps. Nurses work on cruise ships and in military service. They act as advisors and consultants to the healthcare and insurance industries. Some nurses are attorneys and others work with attorneys as legal nurse consultants, reviewing patient records to assure that adequate care was provided and testifying in court. In many cities, nurses can even enter their names in a "registry" and work a wide variety of temporary jobs.

In the modern world, there are a large number of specialities within nursing:

- Ambulatory care nursing
- Advanced practice nursing

- Behavioral health nursing

- Camp nursing
- Cardiac nursing
- Cardiac catheter laboratory nursing
- Case management
- Clinical nurse specialist
- Clinical research nurse
- Community health nursing
- Correctional nursing
- Critical care nursing

- Developmental disabilities nursing
- District nursing

- Emergency nursing
- Environmental Health nursing

- Flight nursing
- Forensic nursing

- Gastroenterology nursing
- Genetics nursing
- Geriatric nursing

- Health visiting
- Hematology oncology nursing
- HIV/AIDS nursing
- Home health nursing
- Hospice nursing
- Hyperbaric Oxygen Therapy Nursing

- Intavenous therapy nursing
- Infectious disease nursing

- Legal nursing
- Legal Nurse Investigator

- Maternal-child nursing
- Medical-surgical nursing
- Military and uniformed services nursing, including Public Health Service

- Neonatal nursing
- Neuro-surgical nursing
- Nurse anesthetist
- Nurse-midwife
- Nurse practitioner
- Nursing educator
- Nursing informatics
- Nursing management

- Obstetrics gynecology nursing
- Occupational health nursing
- Oncology nursing
- Operating room nursing
- Orthopaedic nursing
- Ostomy nursing

- Pain management and palliative care nursing
- Pediatric nursing
- Perianesthesia nursing
- Perioperative nursing
- Plastic and reconstructive surgical nursing
- Private duty nursing
- Psychiatric or mental health nursing
- Public health
- Pulmonary nursing

- Quality improvement

- Radiology nursing
- Rehabilitation nursing
- Renal dialysis nursing
- Renal nursing
- Research

- School nursing
- Sub-acute nursing
- Substance abuse nursing

- Tele-medicine nursing
- Telemetry nursing
- Telephone triage nursing
- Transplantation nursing
- Travel nursing

- Urology nursing
- Utilization management

- Wound care

Professional organizations or certifying boards issue voluntary certification in many of these specialties.

Nursing assistant skills are the set of learned tasks used in helping residents or patients with activities of daily living (ADLs) and providing bedside care--including basic nursing procedures--under the supervision of a Registered Nurse (RN) or Licensed Practical Nurse (LPN).

In today's hospitals and extended care facillities a nurse assistant is an important part of a healthcare team that includes many personnel outside of nurses. In the quest to make a profit from providing care many hospitals in the United States have reduced their nurse to patient ratios, requiring one nurse to take care of as many as twelve or fourteen patients at a time. In order for good care to be provided to those patients a nurse assistant is needed to provide the routine care so that the nurse can focus on tasks only he/she can do, such as care plans, nursing assessments, administering medication, and assist in surgery room preparation. The nurse assistant must not only be very skilled in the actual procedures being performed but must also be able to make quick observations of a patient's condition and report that information back to the nurse. Since the nurse cannot spend large amounts of time in the room with the patient, the nurse assistant is known as the nurse's "eyes and ears".

A nurse assistant must also have a strong grasp of emergency procedures and be able to stay calm in stressful situations. They must be able to initiate a Code Blue and be well-drilled in CPR

Kolesterol Tinggi, Haruskah Pantang Daging?

Kompas.com — Pola makan seseorang sangat berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darahnya. Bicara mengenai pola makan, jumlah dan jenis lemak yang dikonsumsi ikut memengaruhi besar kecilnya risiko kita terkena penyakit jantung. 

Makanan yang mengandung lemak jenuh, baik itu dari daging hewan maupun minyak kelapa, sama-sama akan meningkatkan kadar kolesterol yang bisa menyebabkan perlemakan, terutama di jantung. Inilah cikal bakal terjadinya penyakit jantung.

Salah satu cara untuk mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh adalah mengurangi asupan lemak jahat, seperti trans fat dan lemak jenuh,  daging merah, keju, serta susu tinggi lemak. 

Sebagai pengganti daging merah, Anda bisa mengonsumsi daging putih atau daging tanpa lemak. Misalnya daging ayam tanpa kulit. Anda juga bisa memilih daging has dalam yang kandungan lemaknya lebih sedikit. Untuk mengurangi kadar lemak dalam daging, sebaiknya daging diolah dengan cara dikukus atau dibuat sup bening.

The American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi ikan yang kaya omega-3 minimal dua kali dalam seminggu untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada orang yang kolesterolnya tinggi.

Jenis makanan yang berasal dari nabati, seperti buah, sayur, dan kacang-kacangan, hampir tidak mengandung kolesterol. Itu sebabnya, vegetarian yang tidak mengonsumsi daging, termasuk daging unggas, biasanya memiliki kadar kolesterol dan trigliserida lebih rendah.



Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/11/17/09352778/Kolesterol.Tinggi..Haruskah.Pantang.Daging

Usai Operasi, Banyak Benda Tertinggal di Perut

Kompas.com - Karena kelalaian dokter bedah, tiap tahunnya cukup banyak terjadi kasus tertinggalnya instrumen operasi dalam perut pasien. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat, kasus paling banyak terjadi pada bedah ginekologi (kandungan).

Dari analisa terhadap lebih dari 1,9 juta data kasus operasi pada anak-anak di rumah sakit di AS antara tahun 1998 hingga 2005 ditemukan 413 kasus tertinggalnya benda asing di tubuh pasien, yang berarti kemungkinannya adalah 0,02 persen pada tiap operasi.

Kebanyakan error tersebut, 21,5 persen atau 0,13 per 1000 pasien bedah gastrointestinal (pencernaan). Namun angka paling tinggi adalah pada kasus bedah ginekologi, yakni 0,96 per 1000 pasien. 

"Remaja berusia kurang dari 18 tahun yang mengalami operasi ginekologi, seperti pengangkatan kista memiliki risiko 4 kali lebih besar dibanding anak yang menjalani operasi lainnya," kata Dr.Fizan Abdullah dari Johns Hopkins Childrens Center, Baltimore, AS.

Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa prosedur lebih beresiko dibanding prosedur lainnya. Selain itu, kasus serupa terus terjadi meski telah ada protokol baku di ruang operasi. 

"Angka kejadian kasus ini cukup signifikan mengingat setiap harinya terdapat ribuan prosedur bedah pada anak-anak," kata Fizan. 

Ia menambahkan, pada kasus bedah ginekologi, penyebabnya bukan karena dokter bertindak lalai. "Ini sangat berkaitan dengan anatomi tubuh yang dioperasi. Misalnya saja bagian pelvic yang memang sulit dijangkau sehingga beresiko tertinggalnya spons atau benda-benda kecil lainnya," paparnya.

Meski ada benda asing di dalam tubuh, namun menurut Faizan hal itu tidak selalu berakibat kematian. Seringkali pasien harus melakukan operasi ulang untuk mengambil benda asing tersebut dan ini berarti bertambahnya biaya.

Faizan menyarankan agar para dokter bedah dan tim perawat melakukan pengecekan dan penghitungan alat-alat operasi yang dipakai, jangan sampai berkurang dan malah tertanam di tubuh pasien.



Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/11/17/10564617/Usai.Operasi..Banyak.Benda.Tertinggal.di.Perut

Perempuan yang Stres Bekerja Lebih Rentan Sakit Jantung


New York (ANTARA/Reuters Life!) - Perempuan yang memiliki pekerjaan dengan stres tinggi dan memberi sedikit ruang baginya untuk membuat keputusan atau kreativitas mempunyai resiko penyakit jantung -- dan ini bahkan makin buruk bila tertekan berpikir akan kehilangan pekerjaan, menurut penelitian.
Hubungan antara penyakit jantung dan tekanan pekerjaan sudah jelas pada laki-laki, tetapi masih belum jelas apakah hal tersebut berlaku juga pada perempuan, kata Michelle Asha Albert, seorang dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Perempuan dan Brigham di Boston.
Mengenai perempuan dan penyakit jantung, para dokter biasanya terfokus pada faktor resiko umum seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, tetapi dalam penelitian itu, yang dikemukakan dalam pertemuan Asosiasi Jantung Amerika di Chicago pada Selasa, menunjukkan kemungkinan akan menapik faktor stres.
"Kami tidak terfokus telalu banyak pada stres. Stres juga menyebabkan resiko besar yang serupa dengan faktor resiko tambahan lainnya," katanya kepada Reuters Health.
Albert mengepalai tim penelitian itu yang meneliti lebih dari 17.000 pekerja kesehatan perempuan selama 10 tahun terakhir.
Ada 134 kasus serangan jantung, perempuan dengan pekerjaan yang memiliki stres tinggi 88 persen lebih rentan terkena sakit jantung daripada yang perempuan yang jenis pekerjaannya stress rendah. Mereka juga cenderung akan melakukan pengobatan operasi jantung.
Namun ketakamanan pekerjaan -- mencemaskan akan kehilangan pekerjaan -- tidak tampak memiliki pengaruh yang sama.
Meski belum ada data akan keefektifan pengurangan stres, Albert menyarankan perempuan yang tertekan dengan pekerjaannya mencoba meningkatkan aktivitas fisik dan membangun jaringan sosial lebih luas.
"Semua orang harus memikirkan hal ini, tidak hanya perempuan semata," kata Albert.

DKI Tambah Kamar Puskesmas

akarta, Kompas - Untuk menampung lebih banyak warga miskin yang memerlukan layanan kesehatan gratis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah kamar rawat inap di sejumlah puskesmas. Langkah penambahan kamar puskesmas dinilai lebih memungkinkan daripada menghapus kelas VIP, I, dan II di rumah sakit umum daerah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, Senin (15/11) di Balaikota DKI Jakarta, mengatakan, layanan di kelas VIP, I, dan II menghasilkan dana yang dipakai pengelola untuk membayar biaya operasional dan pemeliharaan rumah sakit umum daerah (RSUD). Dana dari ketiga kelas itu diperlukan untuk memberikan subsidi silang bagi pasien dari keluarga miskin di kelas III.

”Jika kelas VIP, I, dan II dihapus, semua dana operasional RSUD ditanggung APBD. Kondisi itu bakal memberatkan Pemprov DKI karena banyak sektor yang harus dibiayai selain kesehatan,” kata Prijanto.

Sebelumnya, DPRD DKI mengusulkan agar semua RSUD menjadi rumah sakit publik dan semua kamar menjadi kelas III. Penghapusan kelas di RSUD bertujuan menambah daya tampung pasien pemakai fasilitas Jaring Pengaman Kesehatan Keluarga Miskin (JPK Gakin) dan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Jhonny Simanjuntak, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, mengatakan, selama ini pengelola RSUD menolak banyak pasien pemakai JPK Gakin dan SKTM karena kamar kelas III penuh.

Prijanto mengatakan, DKI Jakarta memiliki 44 puskesmas tingkat kecamatan. Jika ada penambahan kamar rawat inap di semua puskesmas, daya tampung bagi pasien dengan JPK Gakin dan SKTM akan bertambah sangat banyak sehingga pelayanan bagi mereka juga bertambah.

Pemprov DKI juga bekerja sama dengan 85 rumah sakit lain yang mau memberikan pelayanan di kelas III bagi pasien pemegang JPK Gakin dan SKTM.

Guna memudahkan pasien miskin mencari kamar untuk rawat inap, Pemprov DKI Jakarta membuat sistem informasi yang memungkinkan pasien melihat ketersediaan kamar kelas III yang kosong di setiap rumah sakit. (ECA)



Sumber : http://health.kompas.com/read/2010/11/16/10000548/DKI.Tambah.Kamar.Puskesmas

Pasien Kanker dalam Bungkus Rokok

Kompas.com - Wajah seorang pasien kanker yang terlihat kurus dan pucat dipilih oleh pemerintah federal Amerika Serikat sebagai salah satu gambar dalam kemasan rokok. Selain itu juga terseda gambar mulut yang terkena kanker serta grafis dampak merokok, seperti "merokok menyebabkan kanker", "rokok akan membunuh Anda,"  yang ditulis dalam huruf besar dan mencolok.

Grafis-grafis "menyeramkan" itu diharapkan bisa membuat para pecandu nikotin menghentikan kebiasaannya merokok. Grafis itu merupakan bagian dari kampanye terbaru yang diumumkan Food and Drug Administration dan Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia untuk mengurangi jumlah perokok. Di negeri Paman Sam ini tiap tahunnya 443.000 orang meninggal karena rokok.

Saat ini sudah disiapkan 36 gambar "seram" untuk nantinya dipilih 9 gambar yang akan dipakai dalam kemasan rokok yang beredar di sana. Inisiatif pemerintah AS itu mengikuti kebijakan serupa yang sudah dilakukan di Australia, Kanada, Inggris, dan negara lainnya. 

"Kami sengaja memilih gambar-gambar yang sebagian diantaranya tampak mengerikan karena persoalan kecanduan rokok ini adalah masalah yang sangat serius dan dampak kesehatan yang tidak remeh," kata Margaret Hamburg, FDA commisioner. 

Kebijakan pengendalian tembakau di AS merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Pencegahan Merokok dalam Keluarga dan Pengendalian Tembakau yang ditandatangani Presiden Barack Obama tahun 2009 lalu. Dengan UU tersebut, FDA memiliki kewenangan untuk mengendalikan tembakau, termasuk pengaturan pemasaran dan pengemasan, pelarangan produk dan pembatasan kadar nikotin.



Sumber : http://health.kompas.com/read/2010/11/12/09585573/Pasien.Kanker.dalam.Bungkus.Rokok

Mandi Malam Bukan Penyebab Rematik

KOMPAS.com — Ternyata, mandi malam hari dengan air dingin tidak akan menyebabkan rematik. Bahwa rematik adalah penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia juga ternyata pandangan yang salah. Cari tahu fakta-fakta lain seputar penyakit rematik yang dirangkum oleh para ahli dari Pfizer dengan membaca artikel ini. Mitos: Penyakit rematik adalah penyakit tulang Fakta: Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang. Penyakit ini terdiri dari ratusan jenis, termasuk osteoartritis (pengapuran), lupus, dan artritis rematoid. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan rematik menyerang daerah lain, seperti jaringan ikat dan otot. Mitos: Rematik hanya menyerang orang berusia lanjut Fakta: Penyakit rematik bisa menyerang semua orang, tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Biasanya rematik memang menyerang orang dengan usia di atas 45 tahun. Namun, orang yang lebih muda juga bisa kena, bahkan ditemukan kasus bayi yang terkena rematik. Penyakit rematik pada anak dikenal dengan sebutan juvenile rheumatoid arthirtis. Mitos: Sering mandi malam dan udara dingin sebabkan rematik Fakta: Secara patologis, tidak ada kaitan antara mitos ini dan penyakit rematik. Namun, air atau udara dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengerut. Hal ini tentu bisa menambah rasa nyeri pada persendian pasien rematik. Sebaiknya penderita rematik memang mandi air hangat untuk mengurangi rasa sakit pada persendiannya. Mitos: Makan jeroan menyebabkan rematik Fakta: dari sekitar 100 jenis rematik, hanya yang berkaitan dengan makanan seperti jeroan atau seafood, yaitu artritis gout atau asam urat. Mitos: Antibiotik diperlukan untuk mengatasi sendi yang bengkak Fakta: Antibiotik hanya digunakan pada jenis rematik yang disebabkan infeksi. Meski sendi terlihat membengkak dan merah, antibiotik tidak diberikan secara rutin. Mitos: Sakit tulang pada malam hari adalah gejala rematik Fakta: Faktanya, gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan pada sendi (kemerahan, bengkak, terasa panas, dan sulit digerakkan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari dan bisa menyerang setiap saat. Mitos: Makan bayam dan kangkung sebabkan rematik Fakta: Tidak ada hasil penelitian yang menghubungkan antara kedua jenis sayuran ini dan risiko rematik. Kalaupun ada, yang harus dihindari untuk mencegah rematik asam urat adalah makanan yang bisa memicu purin, seperti jeroan, seafood, atau alkohol.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2010/11/12/11090894/Mandi.Malam.Bukan.Penyebab.Rematik

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More